Jumat, 03 Februari 2012

pertentangan agama dan sains (ilmu pengetahuan)

pertentangan agama dan sains (ilmu pengetahuan)




Apa penyebab adanya pertentangan Ilmu pengetahuan dengan Agama?
Saya ingin juga menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh saudara RC, tentang teori evolusi dan tanggapan agama terhadap teori tersebut. Jelas, hal ini mengindikatorkan adanya pertentangan antara agama dengan ilmu pengetahuan (walaupun hanya sedikit) contoh lainnya adalah dihuhum matinya Socrates dan Galileo Galilei karena dianggap menentang agama dengan teori-teorinya. Sebenarnya, apa penyebab dari pertentangan tersebut?
BS

JAWAB:
[CKM]:
Sebetulnya ada beberapa hal; yg harus diperhatikan untuk menjawab ini. Seharusnya antara ilmu pengetahuan dan agama (Kristen) tidak ada pertentangan. Mungkinkah Alkitab (yang ditafsirkan secara benar) dan ilmu pengetahuan (yang betul-betul benar, bukan yang bersifat hipotesa seperti teori Darwin/evolusi, umur bumi dsb) bisa bertentangan? Dua hal yang sama-sama benar tidak mungkin bisa bertentangan!
Presuposisi iman Kristen itu benar disertai juga dengan tafsiran ilmu pengetahuan itu benar. Presuposisi ini adalah presuposisi yang sangat bertanggungjawab, karena tafsiran iman Kristen dan sains sama-sama dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Mengapa saya mengatakan bahwa kedua-duanya dapat dipertanggungjawabkan ? Karena iman Kristen yang dibangun adalah iman Kristen yang tidak berdasarkan humanisme manusia atau psikologi, tetapi murni di atas dasar Alkitab. Itulah iman Kristen dari sudut pandang theologia Reformed, meskipun theologia Reformed/Calvinisme tidak pernah mengklaim dirinya paling benar dan identik dengan Alkitab. Lalu, ilmu pengetahuan itu dapat dikatakan bertanggungjawab, karena sains tersebut juga dibangun bukan atas dasar humanisme manusia atau psikologi, tetapi murni dari kebenaran Alkitab yang dikembangkan. Sejarah membuktikan bahwa cukup banyak ilmuwan yang juga tetap beriman Kristen. Ambil contoh, Sir Isaac Newton yang adalah bapak mekanika klasik yang meneruskan karya Galileo dalam berbagai bidang terutama bidang mekanika. Ia menunjukan ketiga hukum mengenai pergerakan benda-benda. Sampai sekarang ketiga hukum itu disebut hukum Newton. Semua anak sekolah menengah apa lagi jurusan IPA mengenal ketiga hukum ini.
Newton adalah juga seorang Kristen yang sungguh-sungguh. Ia percaya penciptaan alam semesta dalam waktu enam hari dan banjir Nuh yang global. Newton menulis : “We account the Scriptures of God to be the most sublime philosophy. I find more sure marks of authenticity in the Bible than in any profane history whatsoever.” Selain itu, ada Blaise Pascal (1623-1662) yang selain seorang ahli matematika, juga seorang theolog dan filsafat.
Selain Newton dan Pascal, Ir. Stanley I. Sethiadi mendaftarkan sejumlah nama ilmuwan yang tetap beriman Kristen, yaitu :
1. Robert Boyle (1627-1691) : Fisika, Kimia.
2. John Ray (1627-1705) : Ilmu tumbuh-tumbuhan.
3. Nicholas Steno (1631-1686) : Statigraphy.
4. Robert Hooke (1635-1703) : Geologi.
5. William Harvey (1578-1657) : Peredaran darah.
6. John Harris (1666-1719) : Matematika.
7. John Woodward (1665-1728) : Geologi.
8. Carolus Linneaus (1707-1778) : Biologi, Taxonomy.
9. William Herschel (1738-1822) : Astronomi, Uranus.
10. Michael Faraday (1791-1867) : Fisika, Teori Elektomagnet.
11. Humphrey Davy (1778-1829) : Kimia.
12. Georges Cuvier (1769-1832) : Anatomi, Palaentologi.
13. Samuel F. Morse (1791-1872) : Telegrap.
14. Joseph Henry (1797-1878) : Elektro Teknik, Induksi.
15. James Joule (1818-1889) : Fisika, Panas.
16. John Dalton (1766-1844) : Fisika, Teori Atom.
17. Louis Pasteur (1822-1895) : Kedokteran, Fisika, Kimia.
18. Lord Kelvin (1824-1907) : Fisika, Termodinamika.
19. James Maxwell (1831-1879) : Medan Elektromagnet.
20. Bernhard Riemann (1826-1866) : Matematika.
21. John Fleming (1849-1945) : Elektronika, tabung radio.
22. Wernher Von Braun (1912-1977) : rocket V-2 sewaktu perang dunia ke-II dan anggota gereja Lutheran yang aktif.
23. Louis Agassiz (1807-1873) : ahli biologi (palaentology) dan ahli geologi yang kenamaan.
24. Johann Kepler (1571-1630) : peletak dasar astro nomi modern.
25. Leonardo Da Vinci (1452-1519) : seorang pelukis (salah satunya pelukis “Perjamuan Terakhir”/“The Last Supper”).

Bagi saya, kalau keduapuluh lebih ilmuwan di atas masih tetap mengaku beriman Kristen, lalu mengapa ada orang “Kristen” yang menganggap diri “pintar” tetapi berani mengatakan dengan tidak bertanggungjawab bahwa agama dengan science tidak ada hubungannya ?? Yang pintar dan bijaksana itu para ilmuwan di atas atau si orang “Kristen” yang sok tahu ini ??
Presuposisi sebaliknya adalah iman Kristen itu benar, karena berdasarkan Alkitab sepenuhnya, sedangkan ilmu pengetahuan itu lah yang salah. Mengapa sains ini salah ? Karena sains ini dibangun BUKAN atas dasar Alkitab, tetapi meragukan bahkan menghina Alkitab, dan mengagungkan kehebatan manusia sendiri. Itulah zaman postmodern yang mengadopsi teori filsafat abad 19. Pdt. Dr. Stephen Tong pernah menyebut abad 20 adalah abad yang bodoh karena alasan ini, yaitu abad yang menjalankan semua filsafat di abad 19 yang padahal sudah dibuktikan kelemahannya. Kalau pada presuposisi pertama tadi, para ilmuwan ada yang masih beriman Kristen, maka pada poin kedua ini, banyak ilmuwan yang sudah merasa diri pintar lalu menolak Alkitab. Inilah kebodohan manusia yang selalu menganggap diri pintar dan super (konsep Ubermensch ala F. Nietzsche). Contoh praktis presuposisi ini adalah ketika seorang guru/pengajar mengajarkan teori evolusi, padahal secara prinsip sains sendiri, hal ini sudah ditolak. Bahkan seorang filsuf kaliber internasional Dr. Paul Karl Feyerabend (1924- 1994) menganjurkan agar teori kreasi diajarkan berdampingan dengan teori evolusi disemua sekolah-sekolah umum. Berita ini dimuat oleh majalah ilmiah yang sangat terkenal “Scientific American” bulan Mei 1993 halaman 16-17 dan majalah “Science” tanggal 13 Mei 1994 halaman 982-983 . Dalam hal ini, sudah seharusnya iman Kristen yang berdasarkan prinsip penafsiran Alkitab yang ketat harus mengkritik dan membenarkan sains yang salah ini agar sesuai dengan Alkitab (inilah tugas dan mandat budaya di dalam theologia Reformed).

filsafat di abad postmodern yang masih menyisakan sedikit filsafat di abad modern pun telah membutakan banyak manusia sehingga mereka menganggap iman Kristen itu hanya cocok di dalam gereja/tempat ibadah, sedangkan di luar gereja, iman Kristen tidak perlu diungkit-ungkit lagi, karena itu tidak sesuai dengan sains (pengaruh dualisme ala filsafat atheis Yunani). Jadi, mana yang benar ? “Tergantung”, begitulah jawab para pemuja filsafat relativisme di abad postmodern. Maksud mereka, kalau mereka sedang ada di gereja, mereka mengaku dengan mulut mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan, sedangkan kalau mereka sudah keluar dari gereja beberapa langkah saja, mereka sudah mengaku bahwa mereka tidak lagi percaya kepada Tuhan atau Tuhan itu tidak relevan lagi, karena sudah keluar dari gereja beberapa langkah saja. Atau yang lebih parah lagi, para ilmuwan atau pemikir abad postmodern yang tergila-gila dengan rasionalisme (bahkan beberapa “Kristen” termasuk di dalamnya) akan mengadakan kritik terhadap Alkitab. Di dalam theologia, ini dikenal dengan Higher Criticism (Kritik Tinggi) terhadap Alkitab (cikal bakal dan sumber munculnya “theologia” liberal).
Sains yang beres adalah sains yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena sains tersebut dibangun di atas paradigma yang takut akan Allah (Amsal 1:7). Seperti kata Dr. Abraham Kuyper (lihat Bab 4), jangan berani mempergunakan kata “sains” untuk sesuatu yang bukan sains, itu penipuan !



Di dalam kasus Galileo, orang-orang Kristen perlu malu karena di dalam sejarah, ada pemimpin gereja yang sok tahu lalu berani menafsirkan Alkitab semaunya sendiri lalu menghina sains. Saat itu Paus mengajarkan hal yang bertentangan dengan fakta. Paus Paulus V (1605-1621) dan Paus Urban VII (1623-1644) mengecam Galileo karena teori Galileo yang mengatakan bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi tetapi bumilah yang mengelilingi matahari. Galileo dipenjara dan disiksa karena teorinya dianggap berten-tangan dengan Firman Tuhan, padahal sekarang teori Galileo ini terbukti benar!
Maka dalam hal ini harus saya akui bahwa hasil Ilmu Pengetahuan dalam hal ini (bahwa bumilah yang mengelilingi matahari) bukanlah sekedar suatu teori/ hipotesa, tetapi adalah suatu fakta yang memang benar. Tetapi apakah itu menunjukkan bahwa Alkitab (khususnya Maz 19:6-7) itu salah? Saya berpendapat tidak! Mengapa? Karena Alkitab tidak ditulis sebagai buku ilmiah, dan karenanya tidak ditulis menurut cara ilmiah. Banyak bagian Alkitab yang ditulis menurut pandangan mata manusia/sebagaimana kelihatannya oleh mata manusia. Karena dalam mata manusia kelihatannya mataharilah yang mengelilingi bumi, maka demikianlah ditulisnya. Contoh lain: dalam Kej 1:14-16 Allah menciptakan benda-benda penerang (matahari, bulan dan bintang-bintang). Dikatakan dalam Kej 1:16 bahwa matahari dan bulan adalah benda penerang yang besar, dan ini secara implicit / tak langsung berarti bahwa bintang-bintang adalah benda-benda penerang yang kecil. Padahal kita tahu bahwa bintang-bintang itu lebih besar dari bulan bahkan lebih besar dari matahari! Tetapi Alkitab tetap menulis begitu, karena Alkitab menuliskan sebagaimana kelihatan oleh mata manusia (bintang kelihatan kecil, matahari dan bulan kelihatan besar). Hal ini tidak berarti bahwa Alkitab bertentangan dengan ilmu pengetahuan, juga tidak berarti bahwa Alkitab tidak inerrant!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar